Senin, 27 Februari 2012

Mengenal Prinsip Kerja Kereta Rel Listrik (KRL)

Kereta Rel Listrik (KRL) seperti yang kita tahu merupakan kereta yang zaman ini penggunaannya sangat luas dan mudah. Di Indonesia sendiri, KRL menjadi moda transportasi yang penting seperti di Jabotabek khususnya. Ada pertanyaan mengenai bagaimana caranya kereta tersebut bergerak. KRL sendiri merupakan kereta yang bergerak dengan sistem propulsi motor listrik.

Seperti yang diketahui KRL ini digerakkan oleh listrik. Nah bagaimana caranya kereta ini bergerak dengan hanya bermodal listrik? Secara umumnya, KRL mempunyai peralatan khusus di atas gerbong yang disebut dengan pantograf. Pantograf ini berfungsi untuk mengalirkan arus listrik dari kabel yang berada di atas kereta dengan kereta, sehingga motor kereta tersebut bisa bergerak. 

Keuntungan kita memakai kereta rel listrik ini adalah lebih ramah lingkungan (karena tidak perlu bahan bakar seperti bensin, solar dsb), lebih cepat daya tempuhnya dan juga lebih hemat energi dibandingkan kendaraan-kendaraan bermotor yang ada di negeri kita ini.

Mengapa Pintu KRL Bisa Terbuka Sendiri?
 
Kadang jika kita naik kereta ekonomi AC di Jabotabek, kita sering melihat pintu kereta itu kadang terbuka atau tertutup sendiri. Lho kok bisa?

Bila kereta tiba di stasiun, seorang petugas menekan sakelar pembuka pintu. Ini mengaktifkan roda gigi yang didorong piston di bawah tiap pintu di sepanjang salah satu sisi kereta. Ketika diaktifkan dan bergerak, roda gigi itu menggelincirkan tuas pengendali pintu dan pintu pun terbuka. Pada sejumlah kereta, sebuah lampu menyala diatas pintu di bagian luar gerbong. Setelah semua penumpang melewati pintu itu, barulah pintu itu ditutup lagi dengan menekan sakelar yang sudah ada. Selagi pintu menutup, sebuah kunci mencegah terbukanya pintu secara tak disengaja. Sebuah mekanisme pengaman menjaga agar kereta tidak berjalan sebelum pintu tertutup dengan aman.
 
Bagian-Bagian Pintu Kereta Listrik 

Daya untuk mengoperasikan pintu ini datang dari sumber yang menggerakan kereta. Kalau sumber itu tidak bekerja, seperangkat baterai mengambil alih tugas membuka pintu.




Bila masinis menekan sakelar pembuka pintu, serangkaian katup membiarkan udara terkempa memasuki silinder volume besar, tekanan udara mendorong piston silinder besar sehingga roda gigi berputar dan tuasnya bergerak. Pintu yang dihubungkan tuas tadi pun terbuka.

 
Pada saat masinis menekan sakelar penutup pintu, sakelar tersebut akan berfungsi membalikkan aliran udara dari silinder volume besar ke silinder volume kecil. Dorongan piston volume kecil memutar roda gigi, dan menggerakan tuas. Pintu pun menutup.

forward from : http://kaskus.us


Artikel Terkait:

7 comments:

software4kita mengatakan...

Info yang bermanfaat mas?? :8:9

Royn mengatakan...

Makasih dah mampir sob :4

anwar zooble mengatakan...

banner back, n follback ya???
:)

all-storyfrom.blogspot.com

Indonesia Ku mengatakan...

o..gitu ya..dengan kesini pengetahuanku bertambah..trimakasih dan slmt sore..

on teknologi mengatakan...

infomasi yang bagus tuh bisa nambah ilmu lagi deh

Catatan_Su mengatakan...

keren..kebenaran nih ,,dari kemarin2 ane penaasaran ma prinsip kerjanya kereta api listrik...

kikils mengatakan...

bagaimana ya caranya membuka pintu KRL secara manual terutama saat darurat?? :8

Poskan Komentar

Silahkan berkomentar disini. SPAM, sumpah serapah, dan kata-kata tidak sopan akan segera saya hapus.